Kini saatnya kita paham-sadari
Demokrasi itu alat kapitalis dan komunis
Menipu rakyat untuk berdaulat
Melalui ritual suksesi atau revolusi
Secara berkala periodis atau sporadis
Memilih lelakon citra merakyat
Rakyat ditipu untuk bermimpi
Semua bisa jadi nahkoda bahtera
Padahal bahtera yang hakiki
Hanya sanya punya satu nahkoda
Nahkoda dipilih karena mampu
Merdeka bersikap dan berani
Nahkoda dipilih karena tahu
Membaca peta purna indrawi
Nahkoda-penumpang punya kesamaan
Mereka memegang pedoman yang sama
Bukan berasal dari para cendikiawan
Bukan juga dari penghuni yang lama
Pedoman itu berasal dari Penguasa Lautan
Penguasa dan pencipta alam Semesta
Diajarkan para Nabi dan Rasul sang utusan
Pribadi yang teguh dan mustahil berdusta
Nahkoda yang merdeka dan mulia
Selalu terikat pada kesadaran tujuan
Sesuai arahan Sang Penguasa Utama
Diawasi penumpang yang sehaluan
Setiap penumpang berkualitas nahkoda
Berebut kuasa tidak menjadi ambisi
Mereka sadar beratnya amanah kuasa
Mengawal nahkoda menjalankan misi
Yunani – Romawi telah lama membuang demokrasi
Mereka lebih memilih bentuk kekaisaran yang kotor
Itupun bukan bentuk pemerintahan yang mengayomi
Hanya wujud mesin penjajahan penebar terror
Demokrasi sebenarnya sudah kadaluarsa dan bau basi
Dipungut sekularisme untuk membangun tiang negara
Melengkapi kapitalisme sebagai pilar utama ekonomi
serta HAM – Pluralisme sebagai standar kebenarannya
Mari akhiri demokrasi yang penuh Ilusi
Demokrasi hanya peduli jumlah kepala
Cukonglah yang membiayai para politisi
Rakyat hanya sebagai kumpulan angka
Demokrasi merendahkan akal manusia
Rekayasa kapital telah membuang akal sehat
Kebijakan pro cukong semakin merajalela
Didukung regulasi hasil persekongkolan jahat
Bahtera kita telah diatur oleh pedoman keliru
Yang telah dicangkokkan oleh para penjajah barat
Kita harus upayakan mengganti pedoman itu
Kepada pedoman semula yang utama dan keramat
Bukan dengan perubahan berdarah ala Revolusi Prancis
Bukan pula dengan pertentangan kelas ala Revolusi Bolsevic
Perubahan itu adalah perubahan damai yang Islamis
Melalui dakwah pemikiran berlandaskan iman non kekerasan fisik
Demokrasi itu Bau Basi
Kadaluarsa dalam sampah peradaban
Saatnya kita bersama sadari
Hanyalah Islam jalan keselamatan

Diksinya legit kaka, saya suka diksi bau basi. Terus produktif ya kak..
BalasHapusTerima kasih atas komentarnya ... mari terus berkarya ...
BalasHapus